Di halaman pertama, hujan tak berarti bagiku Hanya butir-butir air yang membasah bumi Hujan bukan apa-apa, aku tak menaruh hati padanya Dia begitu dingin bagiku, menusukku hingga ke tulang Bahkan terkadang, aku menyerukan umpatan ketika ia mulai menyapa Aku benar-benar tak menaruh hati pada keberadaannya Aku berjalan menuju halaman berikutnya Mataku berbalik ke arah yang berbeda Di balik hujan yang tak kupedulikan, aku melihat bayangan seseorang Dibibirnya, ada seukir senyum disana Hangat menyapaku ditengah bunyi lenting air yang seirama Dingin hembusan angin bahkan tak terasa Benakku kosong saat menatapnya, aku terpaku tanpa berkata Dia, telah mengubah pandanganku pada hujan Ya, semenjak hari itu Kini, aku telah melewati halaman itu Halaman itu, sudah begitu jauh dari tempatku sekarang Tapi hingga kini, senyum itu terasa masih melekat dalam benakku Semenjak hari itu, entah kenapa hujan terasa begitu berarti Semenjak hari itu, kutukku seakan menguap dan tak berbeka...
siapa tu fna? faro nur alfani? 8-| 8-|
BalasHapusaku lupa "h" nya fan, mapya titin nda tau la-_-
Hapus